SMK Karya Guna Bhakti 2 Kota Bekasi

Jalan Anggrek 1 No. 47

Terakreditasi "A"

Hal Yang Perlu Dibicarakan Ketika Mengambil Rapor Sekolah Anak

Jum'at, 21 Juni 2019 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 144 Kali

Mengambil rapor adalah aktivitas semesteran yang ditunggu-tunggu oleh orang tua siswa, terlebih bagi mereka yang jarang mengantarkan anaknya ke sekolah dan jarang bertemu dengan guru. Pada minggu di tengah bulan Desember ini sebagian besar sekolah, dari TK sampai SMA, menjadwalkan pembagian rapor di akhir minggu, kesempatan itu tentu harus dimanfaatkan dengan baik.

 

Oleh karena itu, kita sebagai orang tua, wajib mengagendakannya, agar tidak diganggu kegiatan lain dan juga bukti perhatian kita pada anak dan perkembangan pendidikannya. Persiapan untuk mengambil rapor selain mengagendakan lebih awal juga baiknya kita menyiapkan apa yang harus atau perlu dibicarakan atau ditanyakan pada guru ketika mengambil rapor. Berdasarkan pengalaman saya sebagai guru dan orang tua, berikut beberapa hal yang perlu dibicarakan dalam pertemuan orang tua dan rapor.

 

Pertama, nilai raihan siswa

 

Tidak bisa dipungkiri, banyak orang tua yang ingin tahu raihan nilai siswa terlebih dahulu dibanding hal-hal lainnya. Kenapa? Karena itulah sebagian besar isi rapor. Secara prosedural, nilai ini adalah yang biasa disampaikan wali kelas atau pembimbing akademik kepada orang tua siswa, berdasarkan pada apa yang tertera di rapor, khususnya berkaitan dengan ada atau tidaknya nilai kurang, atau kata orang dulu, “nilai merah”. Kalau tidak ada nilai kurang, itu melegakan hati. Jika ada nilai kurang, orang tua akan berusaha mencari cara agar nilai itu bisa tuntas, jika sekolah menganut sistem ketuntasan. Jika tidak, itu menjadi catatan agar menjadi fokus binaan selanjutnya di semester berikutnya, ke mata pelajaran yang kurang nilainya.

 

 

Guru biasanya menjelaskan nilai kurang itu dengan terfokus pada hasil ulangan harian dan ujian final, kemudian tugas-tugas yang telah dilaksanakan dan yang tidak dilaksanakan. Selanjutnya, kepada sikap anak di kelas saat mata pelajaran yang kurang itu. Jika ada portofolio per individu anak, maka itu bisa menjadi penjelasannya. Hal lain yang bisa dilakukan jika ada nilai kurang adalah orang tua memohon agar dapat bertemu dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan.

 

Kedua, sikap dan perilaku anak di sekolah.

 

Orang tua pada umumnya akan bertanya, “Bagaimana anak saya di sekolah?” Guru kemudian akan memberi penjelasan berdasarkan sikap dan perilaku anak di kelas. Secara garis besar, guru akan menjelaskan bagaimana hubungan siswa dengan guru dan hubungan siswa dengan teman di kelas. Apakah baik-baik saja atau pernah ada pertengkaran dengan teman atau pertentangan pada guru?

 

Jika orang tua tidak pernah dipanggil ke sekolah sebelumnya, biasanya perilaku anak relatif baik, kalaupun ada pertentangan, masih dalam batas wajar dan bisa ditangani pihak sekolah.

 

Ketiga, prestasi siswa

 

Prestasi siswa, termasuk yang akademik maupun non akademik, terutama prestasi ranking di kelas. Walaupun di masa ini, banyak sekolah yang tidak menggunakan ranking, tetapi banyak orang tua yang ingin tahu posisi anak di kelas. Apakah termasuk dalam posisi yang rata-rata ataupun yang di bawah, serta apakah menjadi yang terbaik di kelas. Hal ini sebenarnya penting untuk motivasi dan juga perbaikan prestasi siswa di masa depan. Jika tidak ada rangking, paling tidak secara garis besar, posisi atas tengah ataupun bawah, tanpa harus menyebutkan posisi siswa dalam kelas.

 

Prestasi lainnya adalah apakah siswa juara di bidang lain, seperti lomba yang diadakan internal di sekolah ataupun di luar sekolah. Hal itu penting bagi orang tua agar mereka bisa membantu sekolah dalam mengembangkan potensi bakat dan minat anaknya. Potensi itu menjadi modal orang tua dalam membantu anak menentukan masa depannya.     

 

Keempat, fasilitas dan kebijakan sekolah

 

Dalam kesempatan ini juga orang tua baiknya menyampaikan keluhan terhadap fasilitas sekolah, begitupula menanyakan tentang kebijakan yang belum jelas atau ketidaksetujuan terhadapnya. Tentunya keluhan ini disampaikan dengan baik kepada guru, agar komunikasi berjalan dengan baik dan masalah dapat terselesaikan. Perlu diingat dalam hal ini guru mungkin hanya bisa menampung karena bisa jadi itu bukan wilayahnya mereka. Jadi sulit untuk menjawab langsung, tetapi paling tidak kita sudah sampaikan keluhan fasilitas dan juga kebijakan sekolah kepada mereka agar selanjutnya bisa diteruskan kepada yang punya wewenang.

 

Membicarakan atau menanyakan fasilitas dan kebijakan ini penting dalam rangka mendukung anak dalam belajar dan mengembangkan bakat serta minatnya di sekolah.

 

Kelima, hari libur dan kapan masuk

 

Ini merupakan hal terakhir yang harus ditanyakan kepada guru agar jelas dan agenda liburan anak dapat dirancang dengan baik. Jangan lupa juga menanyakan apa yang harus dilakukan dengan rapor, apakah harus ditandatangani dan kapan dikembalikan.

 

Mengambil rapor merupakan salah satu agenda penting sekolah saat sekolah memberikan hasil belajar dan evaluasi siswa kepada orang tua, sebagai sebuah hasil dari proses pendidikan yang berlangsung di sekolah. Orang tua tentu berharap anaknya akan berkembang, dalam pola pikir, prilaku, dan pergaulan sehari-hari ke arah yang lebih baik.

 

Orang tua juga bisa membandingkan sikap dan perilaku anak di sekolah dan di rumah, karena biar bagaimana melepas anak ke sekolah berarti mempercayakan kepada orang lain dan bersiap dengan segala pengaruh yang akan diterima siswa. Apakah membawa perubahan ke arah yang lebih baik, sesuai dengan keinginan orang tua atau tidak. Dalam rapor itulah semuanya terjabarkan.

 

Ada yang mengatakan, dalam proses pengambilan rapor ini, juga membicarakan hutang dan tunggakan dari biaya pendidikan. Menurut saya, masalah ini baiknya tidak dibicarakan saat mengambil rapor agar orang tua lebih fokus pada anak. Oleh karena itu, jikapun ada tunggakan, baiknya dibicarakan di kantor kepala sekolah atau administrasi saja. Jika hubungannya dengan komite, maka dibicarakan internal komite. Tidak di depan anak dan tidak saat bagi rapor. 

 

Akhirul kalam, sekian berbaginya, semoga berkenan dan bermanfaat!

 

sumber : www.kompasiana.com

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Yulia Venny Susanti, SE, MM.

SMK Karya Guna Bhakti 2 Kota Bekasi memiliki komitmen dalam upaya ikut berperan aktif untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa pada…

Selengkapnya

VIDEO

TAUTAN

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website KGB2 ?

LIHAT HASIL